Sebutkankebutuhan yang perlu dipersiapkan untuk pergelaran teater! Latihan Jelaskan apa yang dimaksud dengan seni rupa terapan! Jelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menilai karya seni! Jelaskan media dan teknik seni keramik! Jelaskan tujuan dan fungsi pameran! Jelaskan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan
Question8. SURVEY. 60 seconds. Report an issue. Q. Musik tradisional adalah musik yang berakar pada tradisi masyarakat tertentu. Dalam penyajiannya, musik tradisional di Indonesia dapat disajikan dengan dua cara, yaitu answer choices.
Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam bernegosiasi. Negosiasi merupakan bentuk dari interaksi sosial pada pihak - pihak yang terlibat berusaha untuk saling meyelesaikan suatu tujuan yang bertentangan dan berbeda. apa aja sih yang harus diperhatikan pada tahap negosiasi itu sendiri, Yuk simak Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam
10 Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tari, kecuali .a. semua gerakan yang ditunjukkan saat menari harus sesuai dengan ketentuan tarian. b. sikap tubuh mengikuti kemauan diri kita. c. gerakan yang dibawakan sesuai dengan irama. d. gerakan yang dibawakan sesuai dengan tempo tarian, sehingga tarian yang ditampilkan harmonis.
. Ilustrasi peragaan karya tari tradisional. tari tradisional negara kita sangatlah banyak. Setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing. Mulai dari gerakan, kostum hingga aksesoris membuat semuanya tampak menarik dan melaksanakan karya tari haruslah menyiapkan peragaan-peragaan yang ada. Lantas apa saja yang harus disiapkan?Periapan Peragaan Karya Tari TradisionalDikutip dari buku yang berjudul Keanekaragaman Seni Tari Nusantara karya Resi Septiana Dewi 2012 1 karya tari adalah hasil karya cipta manusia diungkapkan lewat media gerak yang memiliki keindahan. Mempersiapkan peragaan karya tari bertujuan agar karya tari berhasil dengan baik dan layak dipertontonkan di depan banyak Menentukan Bentuk Karya TariTerdapat bermacam-macam bentuk tari. Ada yang tungal atau sendiri, berpasangan dan berkelompok. Mempersiapkan bentuk tari perlu ditentukan sebelum diperagakan di depan penonton, karena bentuk karya tari berkaitan satu sama karya tari disesuaikan dengan bentuk tari. Sebagai contoh jika bentuk tari kelompok, maka terlebih dahulu mencari karya tari Menentukan Jumlah PenariMenentukan jumlah penari disesuaikan dengan bentuk tari dan karya tari yang dipilih. Jika karya tari yang dipilih tunggal, maka jumlah penari hanyalah satu saja. Begitu juga yang dua wanita yang sedang berlatih peragaan tari. ada hal-hal yang dibutuhkan dalam melaksanakan suatu kegiatan. Properti perlu disiapkan sedari awal dan selalu dipakai sejak pertama kali berlatih pergerakan tari. Tujuan dari penggunaan properti di mulai dari latihan adalah membiasakan diri sebelum dan saat dipentaskan di depan Menentukan Iringan TariIringan tari bisa didapatkan dari berbagai bentuk rekaman. Baik itu CD maupun lewan HP. Persiapan iringan juga dimulai sejak pertama kali latihan agar dapat menyesuaikan dengan alunan iringan tari tanpa busana tari bagaikan sayur tanpa garam. Setiap karya tari memerlukan busana yang disesuaikan dengan tema tari yang akan dipertontonkan. Saat ini terdapat banyak persewaan busana tari yang memudahkan dalam mempersiapkan busana tari. Apabila tidak sesuai dengan keinginan, maka dapat berkreasi dengan menciptakan busana tari sesuai dengan tama dan keinginan yang akan pergaan karya tari dari jauh-jauh hari akan memudahkan pada saat latihan dan juga pada saaat pentas. Selain itu karya tari yang dihasilkan akan maksimal. Semoga kita semua bisa melestarikan karya tari tradisional Indonesia.
Hal- hal yang tidak perlu dipersiapkan dalam pertunjukkan tari adalah? Dialog Panggung Gerak tari Musik Busana Jawaban yang benar adalah A. Dialog. Dilansir dari Ensiklopedia, hal- hal yang tidak perlu dipersiapkan dalam pertunjukkan tari adalah Dialog. Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. Dialog adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Menurut saya jawaban B. Panggung adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban C. Gerak tari adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Menurut saya jawaban D. Musik adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. Menurut saya jawaban E. Busana adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah A. Dialog. Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah.
Proses memproduksi sebuah pertunjukan tari harus mempertimbangkan dan menyiapkan beberapa hal pokok, yaitu sebagai berikut. 1. Materi Tari Menentukan materi sajian tari bergantung pada tujuan penyelenggaraan pertunjukan. Pertimbangannya adalah tarian apa yang cocok dengan event yang berlatar belakang tujuan penyelenggaraan. Jika bertujuan untuk penggalangan dana sosial, upayakan memilih materi tari yang diminati banyak orang. Bisa jadi karena tarian itu unik atau jarang disajikan. Yang terpenting adalah tarian tersebut akan menarik minat orang sebanyak mungkin karena tujuan kita adalah penggalangan dana. Lain lagi jika bertujuan meningkatkan daya apresiasi orang terhadap kesenian tradisional di daerah Anda. Pemilihan materi tarian harus menunjukkan identitas tarian yang mengutamakan sajian tari yang menggunakan kaidah-kaidah seni. Dengan demikian, orang yang menonton memahami sebuah seni tontonan tari yang baik. a. Penari Setelah menentukan materi tarian, hal penting lain adalah pemilihan penari agar sajian tari tidak berkesan asal. Sebaiknya, penari yang dipilih memiliki kemampuan membawakan tarian dengan baik. Tentu saja faktor fisik yang sempurna merupakan kriteria pemilihan penari yang penting setelah kemampuannya menari. Seorang penari harus enak dilihat dengan postur tubuh yang proporsional dan tidak cacat. Hal ini perlu untuk sebuah materi tari pertunjukan yang memberikan sajian menarik bagi kebutuhan pertunjukan semata. b. Rias dan Busana Tari Siapkan kelengkapan menari, seperti busana tari yang seharusnya dan sesuai dengan ukuran penari. Jika memilih busana untuk tarian dari Sumatra, kenakanlah busana yang desain dan motif bahannya memang dari Sumatra. Jangan pula memaksakan memakai busana yang kesempitan atau kebesaran sehingga menimbulkan kesan tidak nyaman ketika dikenakan. Hal tersebut dapat mengganggu konsentrasi menari. Cobalah busana tari minimal dua hari sebelum hari H’ agar dapat disesuaikan dengan ukuran penari. Carilah orang yang biasa merias penari dan siapkan kelengkapan alat rias oleh panitia staf artistik rias dan busana. Anda juga perlu mengetahui simbolisasi warna pada rias busana tari. Warna-warna tertentu akan memberikan kesan yang berbeda-beda ketika dikenakan pada pakaian. Efek fisik yang timbul dapat memberikan kesan langsing, lebih gemuk, atau terlihat tinggi, pendek. Berbagai efek yang timbul secara psikologis pada rias busana tari warna-warna yang kita kenal akan memberikan kesan yang berbeda-beda ketika dikenakan pada pakaian. Berikut ini berbagai efek yang timbul secara psikologis pada warna, yaitu • warna merah memberi kesan garang, berani, kuat; • warna kuning memberi kesan keagungan; • warna hijau memberi kesan timbulnya sebuah harapan; • warna biru memberi kesan lembut, mengharukan; • warna hitam memberi kesan dalam, berkabung, kesedihan, ketegaran, misterius; • warna putih memberi kesan bersih dan suci. Semua warna dapat dipadupadankan sehingga akan menimbulkan pengaruh yang kuat dalam menyempurnakan wujud karakter tarian. Selain postur penari harus proporsional, busana dan riasan penari pun harus dipersiapkan. Contohnya penari Tari Gambyong dari Jawa ini. Warna pada rias busana tari akan memberikan kesan yang berbeda. c. Pengiring Tarian Tentukan bentuk iringan yang akan mengiringi sajian tari. Jika memakai kaset, koordinasikan kesiapan alatnya dengan operator. Gunakanlah paling sedikit tiga kaset untuk sebuah tarian yang disajikan dengan menggunakan kaset. Kaset pertama untuk latihan, kaset kedua untuk pementasan, dan kaset ketiga untuk persiapan darurat apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Jika mempunyai alat musik dan akan menggunakan iringan secara live, jadwalkan latihan lebih sering antara penari dan para pemain alat musiknya. Perhatikan kostum para pemain musik, jangan karena dianggap sebagai pengiring atau pendukung, mereka berpakaian seadanya. Cocokkan pakaian pengiring tersebut dengan jenis dan gaya tarian yang disajikan. d. Jadwal Latihan Sepakati bersama jadwal latihan per kelompok dan latihan gabungan. Jangan membuat jadwal sendiri. Kepentingan setiap orang berbeda dan perlu adanya toleransi. Selanjutnya, menentukan jadwal dan menentukan target kesiapan materi minimal 2 hari sebelum hari H’. Satu hari sebelum hari H’ adalah waktu untuk sebuah uji coba pertunjukan, minimal dengan keadaan, susunan acara, dan kostum dasar dari pertunjukan sesungguhnya. Keadaan itu seringkali disebut geladi resik. 2. Pembentukan Panitia Pembentukan panitia yang dilakukan pada awal sebuah rencana pertunjukan harus mempertimbangkan orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Dengan demikian, proses produksi dapat lebih efisien dan efektif. Bidang yang menangani sebuah proses produksi pertunjukan tari adalah sebagai berikut. a. Staf produksi • Ketua Panitia • Koordinator Latihan • Sekretaris • Seksi Konsumsi • Bendahara • Seksi Keamanan • Pemasaran • Seksi Protokoler • Publikasi • Seksi Peralatan b. Staf Artistik Stage manager • yang mengatur lalu lintas pertunjukan • Penata tari • Penata iringan • Penata lampu • Penata rias dan busana • Penata artistik • Stage crew menyiapkan kebutuhan alat, setting, dan properti pentas 3. Tempat/Gedung Pertunjukan Mempertimbangkan jenis gedung pertunjukan harus disesuaikan dengan alokasi dana, ukuran, lokasi, dan fasilitas yang dibutuhkan dengan yang tersedia. Ada beberapa bentuk gedung yang dibuat untuk sebuah pertunjukan yang ideal dalam pementasan sebuah karya seni tari maupun teater. Misalnya, bentuk panggung proscenium. Bentuknya seperti layar di gedung bioskop dan penonton melihat pertunjukan hanya dengan satu arah pandangan. Bentuk panggung proscenium sebaiknya digunakan untuk sajian tari yang sifatnya lebih formal, seperti ujian, persembahan, hiburan, atau festival. Selain bentuk proscenium, ada juga bentuk panggung arena lingkaran, bentuk tapal kuda atau huruf U atau letter L yang sering digunakan untuk arena fashion show. Diva Indonesia, Krisdayanti, pada salah satu konsernya menggunakan bentuk arena atau setengah lingkaran dengan modifikasi penempatan para pemusik di tengahnya. Sementara itu, kedudukan penonton membentuk setengah lingkaran. Bentuk panggung yang akan digunakan harus mempertimbangkan materi tari yang akan disajikan. Bahkan, cuaca pada saat pementasan perlu dipikirkan untuk menghindari ketidaklancaran berlangsungnya pementasan. Tari-tari rakyat yang kental dengan unsur humor dan suasana akrab atau adanya interaksi antara pemain dan penonton, akan lebih menarik jika menggunakan panggung arena. Kedudukan penonton dan pemain berada sekeliling arena sehingga tidak ada jarak antara pemain dan penonton. Seluruh sajian terlihat tiga dimensi dan hal tersebut semakin menjadikan tarian dapat berinteraksi dengan baik. 4. Waktu/Durasi Pertunjukan Salah satu strategi yang dapat dilakukan agar penonton dapat menikmati sajian dari awal hingga akhir adalah dengan membatasi durasi pertunjukan. Pertunjukan yang terlalu lama akan membuat penonton mengantuk, bosan, dan tidak menikmati sajian secara benar. Tentu saja kita tidak ingin membuat penonton keluar walk out di tengah-tengah pertunjukan. Hal ini akan mengganggu konsentrasi para penari yang tengah bermain di atas panggung pertunjukan. Untuk menghindari kebosanan itu, tarian harus dikemas agar menjadi lebih komunikatif dengan penonton, misalnya pada bagian tertentu melibatkan penonton untuk menari bersama. Bagian tari yang diulang-ulang terus juga akan membuat penonton bosan. Oleh karena itu, bagian tarian yang terdapat pengulangan terlalu banyak harus dipendekkan, dipotong, atau disederhanakan hanya satu kali pengulangan. Akan tetapi, tentu saja hal tersebut jangan sampai tetap tidak menghilangkan esensi dari tarian tersebut. 5. Penonton Mempertimbangkan tingkat apresiasi penonton merupakan bagian penting untuk memperoleh kesan dan kepuasan dari pertunjukan ini. Sajian tari yang menampilkan materi tari yang rumit atau abstrak menjadi bahan pertimbangan karena tidak cocok disajikan kepada penonton dengan tingkat pendidikan awam dan tingkat sosial kelas bawah. Pertunjukan akan menjadi sebuah dagelan akibat ketidakpahaman penonton terhadap apa yang tengah ditampilkan. Begitupun sebaliknya, sajian tari yang bertema tari anak-anak, seperti Tari Kalkun atau Tari Ayam, tentu saja tidak cocok disajikan kepada penonton setingkat sekolah menengah atas. Meskipun sah saja jika tarian semacam itu disajikan kepada latar belakang pendidikan yang tidak paralel jika memang dibutuhkan sebagai bahan kajian. Dalam pertunjukan, hal terpenting secara keseluruhan dalam sebuah pertunjukan karya seni tari adalah tarian tersebut dapat dikomunikasikan dengan baik kepada penonton sehingga tidak menjadi sebuah pertunjukan yang asal-asalan. 6. Susunan Acara Susunan acara pada sebuah tari tontonan/pertunjukan dirancang untuk menghindari ketidakantusiasan penonton pada keseluruhan pertunjukan. Misalnya, jangan sampai penonton meninggalkan gedung sebelum pertunjukan berakhir. Hal tersebut mungkin terjadi karena susunan materi tidak membuat penonton betah berlama-lama karena pertunjukan tidak menarik. Misalnya, materi pertama sungguh dinamis, tetapi yang kedua dan ketiga secara beruturutan menampilkan tarian dengan jenis yang sama yang akan menyebabkan penonton keluar sebelum pertunjukan selesai. Akan lebih segar jika sebagai tari pembuka disajikan sesuatu yang dinamis, tarian berikutnya menanjak menuju sebuah puncak kemeriahan dengan sajian tarian yang berkarakter atau membawakan sesuatu yang baru dengan jenis tari yang berbeda. Dengan demikian, sampai pada sajian penutup, penonton tetap berada di tempat duduk seakan-akan tidak mau pertunjukan berakhir.
Manajemen pergelaran tari adalah pengaturan atau pengelolaan sumber daya yang ada sehingga pergelaran tari dapat berjalan dengan maksimal. Dalam suatu proses berkesenian profesional yang modern, upaya seniman dalam memublikasikan karyanya membutuhkan suatu konsep manajemen pergelaran yang mampu mengelola dan memasarkan produk karya seni yang diciptakannya kepada masyarakat. Mengapa demikian? Karena melalui manajemen pergelaran tari yang baik, karya seni yang diciptakannya dapat diapresiasi oleh masyarakat, dinilai, dan dihargai dengan baik sebagai suatu produk karya seni yang diciptakan dan diekspresikan oleh seniman yang mencurahkan jiwa seninya. Pentingnya memahami masalah manajemen pergelaran tari ini sama pentingnya dengan ketika seniman mempersiapkan karya seni tari yang berkualitas. Apalagi di zaman modern ini, seniman konvensional harus mampu bergelut dengan manajemen yang efektif agar dapat tetap eksisi di zaman yang serba cepat ini. Dalam persoalan manajemen juga terdapat berbagai tahapan yang mampu membantu seniman untuk memublikasikan karyanya pada apresiator dengan efektif dan efisien sehingga dapat berdampak maksimal. Beberapa tahapan tersebut meliputi tahapan perencanaan, pengawasan, pengorganisasian, hingga pada tahapan pemasaran karya tari yang dibuat seniman sesuai dengan fungsi pergelaran yang dilaksanakan. Lalu sebetulnya implementasi manajemen pada pergelaran tari itu seperti apa? Pada dasarnya, penerapan prinsip manajemen dalam seni tari lebih banyak diterapkan pada suatu kegiatan pergelaran tari yang memiliki nilai komersial atau ditiketkan. Konsep ini diterapkan untuk menekan biaya proses produksi agar tidak rugi secara pembiayaan dan pengeluaran. Dalam hal ini konsep pengeluaran dan pemasukan menjadi pertimbangan penting agar proses produksi dapat terpenuhi dengan baik dan maksimal. Untuk mencapai itu semua diperlukan suatu persiapan dan konsep manajemen yang baik agar pergelaran tari yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik sesuai tujuan yang diharapkan. Untuk memahami pengertian manajemen pergelaran tari, ada baiknya kita memahami pengertian dari manajemen itu sendiri. Pengertian Manajemen Meskipun prinsip manajemen tampaknya lebih menekankan pada persoalan komersial, tidak semua kegiatan manajemen pergelaran tari harus memiliki nilai ekonomis. Selain memiliki nilai dan fungsi komersial, ada pula kegiatan manajemen pergelaran tari dilakukan seniman tari untuk mengefisiensikan berbagai persiapan agar kegiatan pergelaran tari dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Jadi, bukan semata-mata untuk mencari keuntungan dari segi material atau keuntungan keuangan. Namun yang terpenting perlu memahami dahulu pengertian manajemen secara umum dan dalam kegiatan pergelaran tari agar pergelaran berjalan dengan lancar. Kata manajemen dalam bahasa inggris ditulis “management” dan berarti “mengatur”. “Management” sendiri berasal dari bahasa latin, yakni managiare atau dalam bahasa Itali maneggio yang artinya “mengurusi”, “mengendalikan”, atau “menangani”. Sementara itu menurut menurut Mary Parker Follet dalam Tim Kemdikbud, 2018, hlm. 127 manajemen adalah seni untuk menyelesaikan sesuatu melalui orang-orang sumber daya manusia. Manajemen memang menyangkut pengaturan atau pengelolaan sumber daya manusia yang ada sehingga didapatkan hasil yang maksimal. Terdapat pendapat lain pula yang mengartikan manajemen sebagai seni perencanaan, perorganisasian, penyusunan, pengarahan, serta pengendalian pengawasan dari sumber daya perusahaan guna mencapai goal atau tujuan yang telah diputuskan. Prinsip-Prinsip Manajemen Pergelaran Tari Dalam kehidupan sehari-hari istilah manajemen sangat sering dikaitkan dengan makna kepemimpinan. Hal ini tidaklah mengherankan, karena arti manajemen itu sendiri memiliki makna sebagai sebuah perencanaan, perorganisasian, penyusunan, dan pengawasan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan. Agar mencapai tujuan tersebut diperlukan seorang yang memiliki jiwa kepemimpinan sehingga mampu mengelola kegiatan dengan baik, termasuk mampu mengondisikan seluruh anggota kegiatan untuk menjalankan peran dan tanggung jawabnya sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Selain itu, terdapat pula prinsip-prinsip yang harus diikuti agar kegiatan manajemen dapat dilakukan dengan baik. Beberapa prinsip-prinsip manajemen yang dapat diterapkan dalam kegiatan pergelaran tari adalah sebagai berikut. Prinsip Pembagian prinsip ini berarti penempatan orang sesuai dengan keahlian dan minatnya. Prinsip Wewenang dan Tanggung orang memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk melaksanakan tugas masing-masing sesuai bidangnya. Prinsip Tertib dan kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan tugas dan perannya. Prinsip Kesatuan suatu kegiatan perlu adanya satu komando agar setiap anggota dapat mengetahui kepada siapa ia mesti bertanggung jawab. Prinsip Semangat saling membantu dan bahu-membahu untuk mewujudkan hasil yang maksimal. Prinsip Keadilan dan ada keterbukaan secara bersama-sama dari ketercapaian hasil pekerjaan yang sudah dilakukannya. Untuk membina motivasi kerja yang sungguh-sungguh dan setia serta jujur dalam bekerja perlu dikembangkan reward sesuai perannya Tim Kemdikbud, 2018, hlm. 130. Fungsi Manajemen Pergelaran Tari Kesuksesan dalam sebuah kegiatan pergelaran tari tidak hanya terfokus pada artis atau seniman yang berada di atas panggung saja. Akan tetapi, terdapat faktor lain yang mampu mendukung keberhasilan dari kegiatan pergelaran tari, yakni salah satunya faktor manajemen yang baik. Mengingat pentingnya manajemen yang baik dalam sebuah kegiatan pergelaran tari, maka perlu dirancang dan di susun dengan baik konsep manajemen yang dibutuhkan dalam sebuah kegiatan pergelaran tari. Beberapa sumber menyebutkan tentang fungsi manajemen dalam sebuah organisasi atau kegiatan termasuk di antaranya untuk kegiatan pergelaran tari. Fungsi manajemen tersebut meliputi sebagai berikut. Fungsi Perencanaan Planning.Yakni penyusunan langkah-langkah kegiatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Fungsi Pengorganisasian Organizing.Proses pengaturan, proses penetapan susunan organisasi, tugas dan tanggung jawab, serta wewenang seseorang dalam kegiatan. Fungsi Pergerakan Actuating.Usaha atau tindakan dari pimpinan dalam rangka menimbulkan kemauan dan membuat bawahan mengetahui tugas dan tanggung jawabnya. Fungsi Pengawasan Controlling.Fungsi dan tugas dari pimpinan untuk mengetahui sampai di manakah program atau rencana yang telah ditetapkan dilaksanakan Tim Kemdikbud, 2018, hlm. 132. Pembentukan Panitia Pergelaran Tari Selain penari dan pemain musik terdapat peran lain yang sama pentingnya pada suatu pergelaran tari. Peran tersebut adalah kepanitiaan pergelaran. Seperti apa pun konsep pergelaran dibuat, unsur kepanitiaan ini tentunya sangat dibutuhkan. Itu karena peran kepanitiaan ini memiliki andil sangat besar dalam menyukseskan kegiatan pertunjukan tari yang diselenggarakan. Tugas dan tanggung jawab kepanitiaan pergelaran adalah mengatur dan membantu setiap tahapan kegiatan pergelaran mulai dari tahapan awal, proses latihan, publikasi dan pemasaran pertunjukan, sampai pada pengaturan jalannya pertunjukan agar berjalan dengan sukses. Berikut adalah contoh susunan panitia pergelaran tari. Tim Produksi Pimpinan Produksi Sekretaris Produksi Bendahara Seksi Dokumentasi Seksi Publikasi Seksi Pendanaan Tiketing House Manajer Keamanan Akomodasi Konsumsi Transportasi Seksi Gedung Tim Artistik Sutradara/Koreografer PimpinanArtistik/Art Director Stage Manajer Penata Panggung/Scenery Penata Cahaya Penata Rias dan Busana Penata Suara Penata Musik/Sound Referensi Tim Kemdikbud. 2018. Seni Budaya XII. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Guru Onlineku – Pementasan adalah kegiatan menampilkan suatu karya seni yang bertujuan untuk menghibur penonton. Salah satu pementasan yang biasa dilakukan adalah pementasan tari. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum pementasan tari adalah sebagai berikut 2. Kelengkapan tari harus dipersiapkan dengan cermat, misalnya kostum dan alat yang diperlukan untuk yang harus diperhatikan saat mementaskan tari, antara lain sebagai berikut a. Semua Gerakan yang ditunjukkan saat menari harus sesuai dengan ketentuan Gerakan yang dibawakan sesuai dengan tempo tarian, sehingga tarian yang ditampilkan harmonisSaat menari, sebaiknya menunjukkan penjiwaan yang sesuai dengan tarian, sehingga pesan dan tarian dapat dipahami oleh pementasan tari, penonton akan memberikan apresiasi. Apresiasi merupakan penilaian terhadap suatu karya. Dalam karya seni, apresiasi dilakukan dengan mengenali, menilai, dan menghargai makna atau nilai-nilai yang terkandung dalam karya seni menari berkelompok memerluhkan kerja sama yang baik antaranggota kelompok tari. Hal penting yang diperlukan saat menari secara berkelompok adalah Gerakan tari yang kreaatif dan sesuai tema, kekompakan Gerakan tari, keserasian Gerakan dengan pengiring music, serta keserasian formasi dalam tarian merupakan sesuatu yang penting. Selain sebagai pengiring tari, iringan juga mempertegas gerak atri dan membangun suasana tari.
hal hal yang tidak perlu dipersiapkan dalam pertunjukan tari adalah